Pelatihan Pelayanan Prima Pada Pelaku Pariwisata Di Destinasi Pariwisata Waduk Manduk Jatirejo

Authors

  • Makmun Syaifudin Politeknik Indonusa, Surakarta, Indonesia
  • Canggih Ajika Pamungkas Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia
  • Pramono Aji Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia
  • Adit Triyanto Politeknik Indonusa Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46808/jurnalbengawan.v6i1.267

Keywords:

excellent service, tourist destination, service quality, human resource capacity, community-based tourism

Abstract

Salah satu komponen kunci dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata berbasis komunitas adalah kualitas layanan. Namun, tanpa pemahaman metodis tentang kualitas layanan, para pelaku usaha pariwisata di Waduk Manduk Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, masih tetap menawarkan layanan berdasarkan pengalaman tradisionalnya di dunia nyata. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengkaji bagaimana pelatihan Pelayanan Prima (Service Excellence) diimplementasikan dan menentukan bagaimana pemahaman para pelaku usaha pariwisata telah berubah sebagai hasil dari pelatihan tersebut. Manajer pariwisata, UMKM, pedagang, petugas layanan, anggota Kelompok Kesadaran Pariwisata (Pokdarwis), dan masyarakat lokal yang terlibat dalam pengelolaan destinasi. Data dikumpulkan melalui observasi, diskusi kelompok, sesi tanya jawab, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Temuan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, layanan masih bersifat informal, kurang memiliki standar layanan yang seragam, dan lebih berorientasi pada transaksi. Setelah pelatihan, peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang konsep Pelayanan Prima berdasarkan model 6A (Sikap, Kemampuan, Penampilan, Perhatian, Tindakan, dan Akuntabilitas), khususnya dalam hal profesionalisme, keterampilan komunikasi, kepedulian terhadap wisatawan, tindakan responsif, dan tanggung jawab dalam memberikan layanan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan Pelayanan Prima membantu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan dapat digunakan sebagai metode untuk meningkatkan kualitas layanan dalam mendukung destinasi wisata berbasis komunitas yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-07-18

Issue

Section

Articles